PENDIDIKAN KARAKTER
A.
Pendahuluan
I.
Latar Belakang
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia ( 2008 ) disebutkan
bahwa karakter merupakan
sifat-sifat kejiwaan, akhlak
atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan
yang lainnya. Dengan
demikian, karakter adalah nilai-nilai
yang unik-baik yang
terpatri dalam diri
dan terejawantahkan dalam perilaku ( Kementerian Pendidikan
Nasional, 2010 ). Nilai-nilai yang unik-baik dimaknai sebagai
tahu nilai kebaikan,
mau berbuat baik, dan nyata berkehidupan baik.
Indonesia adalah sebuah bangsa dan negara yang memiliki kebudayaan
yang kental. Kebudayaan nenek moyang indonesia berlandaskan budaya ketimuran.
Sebuah budaya yang menjunjung tinggi nilai – nilai kesopanan, nilai
penghormatan. Sesuai dengan nilai – nilai karakter yang baik. Namun seiring
perkembangan jaman, nilai nilai budaya yang baik mulai luntur. Lalu lintas
informasi semakin lancar, sedangkan informasi – informasi itu berisi hal yang
baik dan buruk. Pada akhirnya banyak orang yang terpengaruh dan budaya yang
baik tersisih oleh informasi yang buruk oleh informasi yang buruk karena tidak
dapat memilah informasi dengan baik.
Pada umumnya, para
ahli berpendapat bahwa seseorang
dianggap telah mencapai kedewasaan diri bila ia telah memiliki kemampuan
dan kecakapan untuk bertindak
secara mandiri dan
bebas dalam kehidupannya. Kedewasaan diri
dapat ditunjukkan juga dengan
kepribadian yang matang, yaitu kepribadian
yang menunjukkan karakter diri sebagai manusia yang baik,
manusia yang mengaktualisasikan
nilai-nilai kebenaran dan kebaikan
dalam hidupnya. Mahasiswa sebagai
bagian masyarakat, dianggap telah dewasa dalam kehidupannya. Pada kenyataanya,
banyak kejadian yang menunjukkan ketidakdewasaan seorang mahasiswa.
Mahasiswa
adalah generasi muda yang pada hakekatnya dapat diharapkan untuk memperbaiki
keadaan ini. Dalam kenyataannya mahasiswa belum belum dapat merealisasikan
hakekatnya untuk merubah krisis karakter yang terjadi. Karena karakter mereka
mengalami degradasi moral Kebanyakan dari mahasiswa masih mementingkan
urusannya sendiri. Akan sangat disayangkan jika di masa produktif mereka,
mereka malah berdiam diri dan tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Mahasiswa
juga perlu diperbaiki karakternya. Kalau bisa malah seharusnya mereka yang menjadi
panutan atau kader untuk perbaikan karakter.
II.
Rumusan Masalah
a.
Apakah yang
menyebabkan pendidikan karakter yang ada saat ini masih belum berhasil di
kalangan mahasiswa?
b.
Bagaimanakah
cara yang paling efektif dalam penerapkan pendidikan karater dalam pembelajaran
saat kuliah?
B.
PEMBAHASAN
Pendidikan berperan penting
untuk memajukan peradaban
manusia. Sepanjang sejarahnya, di seluruh dunia ini, pendidikan pada
hakekatnya memiliki dua tujuan, yaitu membantu manusia untuk menjadi cerdas dan
pintar (smart), dan membantu mereka menjadi manusia yang baik (good).
Menjadikan manusia cerdas dan pintar, boleh jadi mudah melakukannya, tetapi
menjadikan manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih
sulit atau bahkan sangat sulit. Dengan demikian, sangat wajar apabila dikatakan
bahwa problem moral merupakan persoalan akut atau penyakit kronis yang
mengiringi kehidupan manusia kapan dan di mana pun. Karena itulah diperlukan
pendidikan yang dapat menghasilkan seseorang bertingkah laku baik.
·
Kurikulum
mengacu pada pembelajaran akademik
Ada kecenderungan proses pendidikan
di sekolah diwarnai
oleh penggunaan kurikulum sarat
beban yang dapat memberatkan
peserta didik, tetapi
kurang memberikan efek nyata
dalam fasilitasi pengembangan potensinya (Zuchdi,
2008:36). Kurikulum di Indonesia
terdapat kelemahan, yaitu masih adanya kecenderungan untuk menonjolkan
kecerdasan akademik. Di pihak dosen, kurikulum semacam ini masih ditambah
tugas-tugas administratif yang menyertainya menyita banyak waktu sehingga
penyiapan diri secara mental sosial kurang memperoleh perhatian. Kecenderungan
seperti itu akhirnya menjadikan praktik pendidikan tidak bersifat holistik,
timpang dan kurang membentuk karakter peserta didik. Sehingga mahasiswa zaman
sekarang pintar dalam hal akademik tetapi kurang baik sikapnya dalam kehidupan
sehari-hari.
·
Budaya asing
yang tidak cocok dengan budaya Indonesia
Pergeseran pada percepatan perkembangan dan
pemanfaatan Ipteks yang berdampak
pada perubahan sosial budaya
dalam kancah kehidupan. Banyaknya
kebudayaan asing yang masuk di Indonesia juga mempengaruhi pola pikir
masyarakat termasuk mahasiswa. Mahasiswa mengadopsi budaya barat yang mereka anggap
sebagai budaya yang bagus, seperti : cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang
lainnya. Namun secara tidak sadar dari budaya-budaya barat tersebut terdapat
beberapa budaya yang tidak sesuai dengan karakter budaya yang baik di
Indonesia.
Pergeseran moral ini adalah suatu krisis etika yang harus
diselesaikan dengan segera. Kemunduran etika bangsa akan semakin cepat dan pada
akhirnya akan terjadi kehancuran jati diri bangsa. Sebagai generasi penerus
bangsa mahasiswa di harapkan dapat memperperbaikinya, dan langkah – langkah
yang dapat ditempuh antara lain :
·
Memberikan
contoh teladan
Dalam pendidikan karakter seharusnya tidak hanya teori saja yang
diberikan akan tetapi harus lebih diimplementasikan pada suatu contoh atau
suatu teladan yang dapat menunjukkan sikap berkarakter yang baik, jadi
seharusnya yang bertindak sebagai tauladan adalah dosennya, sehingga para
mahasiswa dapat mencontoh dosen mereka dalam berkarakter yang baik. karena
seseorang akan menirukan suatu hal yang baik, dalam hal ini mahasiswa yang
selal memperhatikan dosen yang mengajarnya, sehingga seharusnya yang bertindak
sebagai tauladan adalah dosennya. maka dari itu dosen seharusnya berperilaku
yang baik dan sesuai dengan nilai da moral yang berlaku sehingga mahasiswa yang
selalu memperhatikan dosen dapat mencontoh perilaku yag baik itu dan kemudian
diterapkan dalam kehidupannya.
·
Mengawasi
jalannya pendidikan karakter
Pengawasan merupakan salah satu kegiatan mengontrol terhadap
sesuatu yang diawasi, oleh karena itu pendidikan harus diawasi agar berjalan
sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri, pendidikan tidak hanya untuk
mengembangkan kemampuan akademik semata tetapi pendidikan juga untuk
mengembangkan watak dan juga perilaku dari peserta didik itu sendiri. maka dari
itu pendidikan karakter ini harus diawasi oleh beberapa pihak seperti keluarga,
serta pihak universitas dari mulai pegawai hingga dosen yang ada dalam ruang
lingkup universitas.
·
Memperdalam
ilmu agama.
Agama adalah sumber ajaran baik yang paling utama. Mahasiswa dapat
menerapkan ajaran agama di kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh seperti berdo'a
sebelum dan sesudah kuliah, tidak melakukan plagiarisme, tidak meniru budaya
asing yang tidak sesuai dengan norma agama, dan lain-lain.
·
Menanamkan
disiplin pada diri sendiri.
Seperti masuk kuliah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan
mengumpulkan tugas tepat waktu. Ini juga akan mengajarkan mahasiswa dalam
memanagemen waktu yang dimiliki sehingga dapat menyelesaikan segala kewajiban
yang dimiliki sesuai tenggang waktu yang ada. Dengan disiplin maka mahasiswa
dapat bertanggung jawab terhadap apa yang ditugaskan.
Disiplin pada diri sendiri juga bisa dilakukan dengan melakukan
kegiatan yang tidak melanggar hak-hak orang lain seperti plagiarisme.
Mengerjakan tugas tepat waktu penting tetapi isi tugas yang tidak memplagiat
juga lebih penting. Melaksanakan ujian
dengan berlandaskan kejujuran hal ini penting juga untuk menumbuhkan rasa
percaya diri pada kemampuan diri sendiri.
·
Menjalin
hubungan baik dengan kehidupan sekitarnya
Saling mengingatkan ketika melihat mahasiswa lain melakukan
kesalahan. Hal ini bisa diterapkan ketika masing- masing mahasiswa memiliki
rasa peka terhadap kehidupan sosial disekitarnya.
·
Menjaga tata
krama dan kesopanan
Menjaga budaya
tata krama dan kesopanan dapat dilakukan mahasiswa. Hal ini dapat dimulai dari
hal – hal kecil dalam keseharian . Menanamkan sikap saling menghormati dan
menghargai antar mahasiswa dengan menghargai hak-hak mahasiswa lain sehingga
setiap tindakan yang dilakukan tidak mengganggu hak mahasiswa lain ,menghargai
dosen yang sedang menjelaskan dikelas selama proses perkuliahan merupakan
contoh menghormati orang lain yang sedang berbicara didepan kita. Selain itu memakai
pakaian yang sopan setiap saat merupakan perilaku menghargai orang lain yang di
junjung tinggi bangsa Indonesia.
·
Menjaga
kebersihan lingkungan kampus
Hal ini dilakukan dengan pembiasaan dari masing - masing mahasiswa
untuk membuang sampah pada tempatnya dan dengan memunculkan rasa peka ketika
melihat sampah dengan sendirinya.
C.
KESIMPULAN
Jika dilihat
dari keadaan saat ini memang sistem pendidikan masih perlu diperbaiki.
Dari masalah yang dibahas, pendidikan
karakter sangat diperlukan untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di
perkuliahan, dengan harapan mahasiswa dapat menjadi seseorang yang dewasa,
dapat menjadi panutan bagi masyarakat. Untuk mewujudkan penerapan pendidikan
karakter yang efektif, tidak harus bergantung pada kurikulum yang ada. Tetapi
dapat dimulai dari dalam diri dosen, mahasiswa, dan seluruh komponen
universitas dan masyarakat.
Daftar Pustaka
Ikhwanuddin,
ST.,MT, Juni 2012, “Implementasi
Pendidikan Karakter Kerja Keras Dan Kerja Sama Dalam Perkuliahan”. Jurnal
Pendidikan Karakter, Tahun II, Nomor 2, Juni 2012. http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1300/1081. 23 Oktober 2013.
Mukhadis,
Amat. Juni 2013. “Sosok Manusia Indonesia
Unggul Dan Berkarakter Dalam Bidang Teknologi Sebagai Tuntutan Hidup Di Era
Globalisasi”. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun III, Nomor 2, Juni 2013. http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1434/1222. 23 Oktober
2013.
Mundilarto,
Prof. Juni 2013. “Membangun Karakter
Melalui Pembelajaran Sains”. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun III, Nomor
2, Juni 2013. http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1436/1224. 23 Oktober
2013.
Priyanti,
Endah Tri. Juni 2013. “Internalisasi
Karakter Percaya Diri Dengan Teknik Scaffolding”. Jurnal Pendidikan
Karakter, Tahun III, Nomor 2, Juni 2013. http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1437/1225. 23 Oktober
2013.
Rukyati.
Dr. M.Hum, Juni 2013, “Urgensi Pendidikan
Karakter Holistik Komprehensif Di Indonesia”. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun III, Nomor 2, Juni
2013. http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1440/1228. 23 Oktober 2013.
Winarni,
Sri. Dr. M.Pd, Februari 2013, “Integrasi
Pendidikan Karakter Dalam Perkuliahan”. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun
III, Nomor 1, Februari 2013. http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1291/1075. 23 Oktober
2013.
Tidak ada komentar: